Langsung ke konten utama

Imperialisme ala Malaysia

Malaysia,negara tetangga kita sampai saat ini tidak kita ketahui benar apa kehendaknya.Banyak ketidakadilan yang telah mereka perbuat atas bangsa dan negara kita,baik oleh malaysia secara'kenegaraan dan kebangsaan'maupun malaysia secara perorangan/warga negaranya terhadap WNI.Bisa kita ingat kembali kejadian Malaysia menggeser patok batas secara sepihak,klaim Sipadan,ligitan,dan melakukan ekspansi wilayah laut Indonesia di blokAmbalat,sampai pada yang lebih bersifat pribadi semisal kasus Manohara,penyiksaan TKI,penangkapan dan penyiksaan para nelayan,dan masih banyak lagi.

Itu yang kita ingat,kita lihat dan kita dengar.Lalu apa pula rencana-rencana Malaysia atau orang-orang warga malaysia terhadap Indonesia?Mari kita merenung dan berpikir jeli dengan menghubung-hubungkan beberapa peristiwa.Kebanyakan peristiwa buruk yang menimpa Indonesia akan secara langsung menguntungkan malaysia.Hampir semua.katakanlah masalah tenaga kerja,itu pasti.Dan yang melanda Indonesia sekarang,maraknya pemboman,siapa yang untung?Indonesia dibom menjelang MU tour ke indonesia,akhirnya batal.sementara di Malaysia?Adakah ini salah satu bagian rencana menjatuhkan nama Indonesia di mata dunia?Dan di lain pihak mendongrak citra Malaysia?

Apa pun yang dilakukan Malaysia sebagai satu negara atau pun warga negaranya terhadap Indonesia,bukanlah mencerminkan sikap negara bersahabat yang saling menguntungkan,tetapi sikap tidak adil, ingin menang sendiri dan ingin mendapatkan keuntungan di atas penderitaan negara lain,dalam hal ini Indonesia.Sikap seperti ini,kalau kita golongkan tentu termasuk sikap imperialis atau mental penjajah.

Akhir-akhir ini kita melihat sikap Malaysia semakin tidak bersahabat dengan Indonesia.Mari kita fokus pada satu masalah saja,yaitu masalah teroris.Siapakah otak utama teroris di indonesia? Dr.Azhari dan Noordin Top? dan yang lainnya? Mereka orang malaysia yang berhasil menjajah nilai-nilai agama di Indonesia sehingga orang-orang dari bangsa kita sendiri rela bunuh diri dan rela membunuh saudara-saudara mereka sebangsa yang tidak berdosa dengan diiming-imingi surga yang bukan miliknya.Lalu...?Bencana bagi Indonesia,berduka bagi Indonesia tetapi bahagia bagi Malaysia.Indonesia mencekam,tetapi Malaysia aman-aman saja.Kemunduran dalam beberapa sektor yang dengan susah payah dirintis oleh rakyat Indonesia,di Malaysia ?Semua itu tidak ada.Ini bentuk imperialisme yang lain,bukan seperti penjajahan Belanda,bukan seperti jaman globalisasi.Ini lebih berbahaya lagi,dapat menghancurkan dan men-drop-kan sebuah negara dalam hitungan hari.

Marilah saudara-saudaraku Indonesia,kita sadar.Jangan sampai kita dijadikan boneka oleh negara lain atau orang asing untuk menghancurkan negeri kita sendiri.Tingkat rasa cinta terhadap negeri kita sendiri karena darah daging kita berasal dari bumi pertiwi ini.Jika anda benci dengan orang asing ,sebaiknya jangan lakukan pengeboman di Indonesia.Kejar mereka ke luar negeri misalnya Malaysia sehingga anda tidak meresahkan saudara sendiri.Sadarlah bahwa segala sesuatu yang menyebabkan kemunduran suatu bangsa,semua itu tergolong IMPERIALISME.Dan yang lebih menyakitkan adalah imperialisme oleh bangsa sendiri yang dikendalikan orang asing.

Masih maukah anda membom indonesia atas perintah Noordin-Noordin yang lain?Masih tegakah anda melihat Indonesia yang terus menangis sementara negara tetangga kita bersorak gembira?Masih tegakah anda memupus harapan pecinta sepak bola untuk menyaksikan pertandingan dari kesebelasan kesayangannya,yang akhirnya batal dan harus menonton di Malaysia?Siapa yang untung?Siapa yang rugi?Siapa yang berhasil dibodohi?Si licik selalu punya cara untuk menarik keuntungan dalam segala situasi tanpa rasa kemanusiaan.

mari,mari kita renungkan segala peristiwa antar Indonesia dan Malaysia,lalu pemerintah kita dan kita semua sudah saatnya waspada dengan tetangga kita yang satu ini.Julukan apa yang tepat untuk mereka ?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melakukan Pelanggaran atas nama Persatuan dan Kebersamaan

Dalam menjalani kehidupan ini,tidak jarang kita dihadapkan pada keadaan yang tidak menguntungkan diri kita.Pada tahap sderhana atau ringan,mungkin berupa sengketa-sengketa kecil,benturan-benturan kecil atau perselisihan-perselisihan kecil.Bagi sebagian orang,hal ini mungkin sangat mudah untuk diatasi,tapi bagi sebagian orang lainnya masalah-masalah yang kecil dan sederhana justru malah menjadi masalah serius,kompleks dan rumit.Kenapa demikian?Karena sebagian besar di antara kita tidak punya cukup kesabaran untuk melakukan pemecahan atas masalah tsb, sehingga masalah yang kecil bukannya menjadi semakin kecil atau teratasi,tetapi semakin membesar.Bisa kita lihat beberapa contoh kejadian,yang rata-rata penyebabnya adalah masalah anak muda,masalah anak sekolah,atau bahkan masalah sepele seperti kesalahan menafsirkan pembicaraan atau rasa tersinggung,tetapi akibatnya bisa melibatkan perkelahian antar kampung,antar kampus,bahkan antar suku.Kenapa mesti demikian? Saya selalu menganjurkan untu...

UT,Antara Profesionalisme Guru dan Sertifikasi

UU SISDIKNAS menghendaki guru berkualifikasi S1.Dengan demikian,mau atau tidak mau,sadar atau terpaksa,maka guru2 khususnya yg belum S1 harus melanjutkan pendidikannya ke jenjang S1.bagaimana caranya?Antara lain dengan mengikuti UT baik yg swadana maupun proyek.Di lain pihak,kita mempertanyakan,setinggi apa motivasi para guru mengikuti pendidikan ini dalam usia yg rata2 sudah bisa dibilang cukup tua dan dengan kesibukan mengajarnya serta tekanan kebutuhan ekonomi.Sangat tidak bisa dibandingkan dengan program2 perkuliahan reguler dengan mahasiswa yg relatif muda dan otaknya masih fresh.Kiranya tidak terlalu keliru menyimpulkan bahwa profesionalitas adalah nomor dua.dan yg nomor satunya pasti kita telah paham.Tapi harus bagaimana lagi?sistem Pendidikan kita memang sudah parah,dan kita tidak akan mudah menjawab bahwa kitaakan memulai darimana untuk memperbaikinya.Saya berani memprediksi bahwa dengan meningkatkan kualifikasi guru2 ke jenjang S1 tidak akan banyak memberi pengaruh.Tapi,walu ...