Langsung ke konten utama

Indonesia jangan hancur oleh politik adu domba

Dr.Azhahari dan Noordin Top berhasil mengobok-obok Indonesia dengan menggunakan tangan-tangan orang-orang Indonesia untuk membombardir sentra-sentra yang vital/ penting di Indonesia.Membunuh saudara sendiri yang tidak berdosa,dengan alasan ingin membunuh orang Amerika,Inggris dan Australia yang ada di Indonesia.Dan kata mereka,yang melakukan pembunuhan/pemngeboman akan mendapat surga,demikian juga orang Indonesia yang tebunuh,kecuali orang kafir dan orang Amrik,Inggris dan australia tadi.Jihad...,kata mereka.

Jika ini terus terjadi,jika masyarakat Indonesia tidak pernah mau sadar bahwa mereka dimanfaatkan oleh tangan-tangan orang/bangsa untuk menghancurkan saudara sendiri dan negara sendiri,sungguh sangat disayangkan.Sebagai warga bangsa Indonesia yang seharusnya memberikan andil positif untuk bangsa yang sekecil apa pun,pasti sangat bermanfaat bagi bangsa ini.Tetapi jangankan memberikan andil yang positif untuk bangsa,malahan melakukan rongrongan dari dalam atas bujuk rayu orang asing yang tidak punya rasa tanggung jawab apa pun atas bangsa ini.Mencintai bangsa harus diseimbangkan dengan mencintai agama,sehingga agama tidak bisa dijadikan alasan untuk merusak suatu bangsa.Antara bangsa/negara dan agama hendaknya tercipta hubungan mutual yang saling menguntungkan.Dengan bernegara kita melindungi dan menjaga agama,demikian sebaliknya dengan agama kita menjaga negara.

Akibat yang akan ditimbulkan oleh politik adu domba sungguh sangat hebat,semua mengacu pada kehancuran.Kita sadar,di negara kita ada masalah dan ada pihak-pihak yang merasa dirugikan.ita tahu masalah harus diselesaikan,dan yang harus menyelesaikan adalah kita sendiri,jangan sampai keadaan ini dijadikan akses masuk yang aman bagi pengacau asing.Tidak akan ada yang merasakan/menikmati kemenangan.Bukankah kita tahu bahwa cara yang paling baik dalam penyelesaian masalah adalah jika semua pihak menang?Atau paling tidak,jika ada yang menang,maka ia menang tanpa mengalahkan?Tidak demikian dalam politik adu domba,maka yang diadu domba akan sama-sama hancur.Di posisi inilah sekarang kita berdiri,kita sedang diadu domba.Kita harus sadar saat ini juga.Jangan terlambat.

JANGANLAH ADA DI ANTARA ANDA YANG SAMPAI BERSEDIA MATI DEMI KEINGINAN TERORIS.JANGANLAH ANDA SAMPAI IKUT-IKUTAN MEMBUNUH SAUDARA SEBANGSA SENDIRI DEMI TERORIS.

Tapi kalau untuk mendapatkan surga memang semudah itu,cukup dengan melakukan pengeboman,mungkin tak akan ada manusia di dunia ini karena mereka harus saling bom dan saling memusnahkan demi mendapat surga.

SADARLAH,TIDAK ADA ORANG YANG BISA MENJUAL/MENJAJAKAN SURGA.TIDAK ADA YANG BISA MENJAJIKAN SURGA APALAGI MEMBERIKANNYA UNTUKMU.....SELAIN.....................................


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melakukan Pelanggaran atas nama Persatuan dan Kebersamaan

Dalam menjalani kehidupan ini,tidak jarang kita dihadapkan pada keadaan yang tidak menguntungkan diri kita.Pada tahap sderhana atau ringan,mungkin berupa sengketa-sengketa kecil,benturan-benturan kecil atau perselisihan-perselisihan kecil.Bagi sebagian orang,hal ini mungkin sangat mudah untuk diatasi,tapi bagi sebagian orang lainnya masalah-masalah yang kecil dan sederhana justru malah menjadi masalah serius,kompleks dan rumit.Kenapa demikian?Karena sebagian besar di antara kita tidak punya cukup kesabaran untuk melakukan pemecahan atas masalah tsb, sehingga masalah yang kecil bukannya menjadi semakin kecil atau teratasi,tetapi semakin membesar.Bisa kita lihat beberapa contoh kejadian,yang rata-rata penyebabnya adalah masalah anak muda,masalah anak sekolah,atau bahkan masalah sepele seperti kesalahan menafsirkan pembicaraan atau rasa tersinggung,tetapi akibatnya bisa melibatkan perkelahian antar kampung,antar kampus,bahkan antar suku.Kenapa mesti demikian? Saya selalu menganjurkan untu...

UT,Antara Profesionalisme Guru dan Sertifikasi

UU SISDIKNAS menghendaki guru berkualifikasi S1.Dengan demikian,mau atau tidak mau,sadar atau terpaksa,maka guru2 khususnya yg belum S1 harus melanjutkan pendidikannya ke jenjang S1.bagaimana caranya?Antara lain dengan mengikuti UT baik yg swadana maupun proyek.Di lain pihak,kita mempertanyakan,setinggi apa motivasi para guru mengikuti pendidikan ini dalam usia yg rata2 sudah bisa dibilang cukup tua dan dengan kesibukan mengajarnya serta tekanan kebutuhan ekonomi.Sangat tidak bisa dibandingkan dengan program2 perkuliahan reguler dengan mahasiswa yg relatif muda dan otaknya masih fresh.Kiranya tidak terlalu keliru menyimpulkan bahwa profesionalitas adalah nomor dua.dan yg nomor satunya pasti kita telah paham.Tapi harus bagaimana lagi?sistem Pendidikan kita memang sudah parah,dan kita tidak akan mudah menjawab bahwa kitaakan memulai darimana untuk memperbaikinya.Saya berani memprediksi bahwa dengan meningkatkan kualifikasi guru2 ke jenjang S1 tidak akan banyak memberi pengaruh.Tapi,walu ...