Langsung ke konten utama

Premanisme di sekolah

LSM sekarang sedang hangat2nya dan bagi kepala sekolah yg ada di Nibung,LSM ini identik dg hantu.Begitu menakutkan,dan sebisa-bisanya selalu berusaha utk dihindari.Kenapa?Takut dengan tindakan pungli dan pemerasan yg dilakukan.Mereka ibarat preman yg berpakaian seragam.Mereka akan keluar gentayangan untuk menggerogoti dana pendidikan yg telah cair,baik berupa bos,dana subsidi siswa dll.Tak ketinggalan pula jika ada dana perehaban gedung serta DAK.Mereka melakukan pemeriksaan ke sekolah2 layaknya inspektorat.Lalu mencari2 kelemahan dan kesalahan,yg ujung2nya minta uang.jadi,sebagian dana pendidikan mengalir ke saku mereka,dan sebagian lagi ke oknum2 lain.Untuk pendidikan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia jangan hancur oleh politik adu domba

Dr.Azhahari dan Noordin Top berhasil mengobok-obok Indonesia dengan menggunakan tangan-tangan orang-orang Indonesia untuk membombardir sentra-sentra yang vital/ penting di Indonesia.Membunuh saudara sendiri yang tidak berdosa,dengan alasan ingin membunuh orang Amerika,Inggris dan Australia yang ada di Indonesia.Dan kata mereka,yang melakukan pembunuhan/pemngeboman akan mendapat surga,demikian juga orang Indonesia yang tebunuh,kecuali orang kafir dan orang Amrik,Inggris dan australia tadi.Jihad...,kata mereka. Jika ini terus terjadi,jika masyarakat Indonesia tidak pernah mau sadar bahwa mereka dimanfaatkan oleh tangan-tangan orang/bangsa untuk menghancurkan saudara sendiri dan negara sendiri,sungguh sangat disayangkan.Sebagai warga bangsa Indonesia yang seharusnya memberikan andil positif untuk bangsa yang sekecil apa pun,pasti sangat bermanfaat bagi bangsa ini.Tetapi jangankan memberikan andil yang positif untuk bangsa,malahan melakukan rongrongan dari dalam atas bujuk rayu orang asin...

Melakukan Pelanggaran atas nama Persatuan dan Kebersamaan

Dalam menjalani kehidupan ini,tidak jarang kita dihadapkan pada keadaan yang tidak menguntungkan diri kita.Pada tahap sderhana atau ringan,mungkin berupa sengketa-sengketa kecil,benturan-benturan kecil atau perselisihan-perselisihan kecil.Bagi sebagian orang,hal ini mungkin sangat mudah untuk diatasi,tapi bagi sebagian orang lainnya masalah-masalah yang kecil dan sederhana justru malah menjadi masalah serius,kompleks dan rumit.Kenapa demikian?Karena sebagian besar di antara kita tidak punya cukup kesabaran untuk melakukan pemecahan atas masalah tsb, sehingga masalah yang kecil bukannya menjadi semakin kecil atau teratasi,tetapi semakin membesar.Bisa kita lihat beberapa contoh kejadian,yang rata-rata penyebabnya adalah masalah anak muda,masalah anak sekolah,atau bahkan masalah sepele seperti kesalahan menafsirkan pembicaraan atau rasa tersinggung,tetapi akibatnya bisa melibatkan perkelahian antar kampung,antar kampus,bahkan antar suku.Kenapa mesti demikian? Saya selalu menganjurkan untu...