Langsung ke konten utama

Premanisme di sekolah

LSM sekarang sedang hangat2nya dan bagi kepala sekolah yg ada di Nibung,LSM ini identik dg hantu.Begitu menakutkan,dan sebisa-bisanya selalu berusaha utk dihindari.Kenapa?Takut dengan tindakan pungli dan pemerasan yg dilakukan.Mereka ibarat preman yg berpakaian seragam.Mereka akan keluar gentayangan untuk menggerogoti dana pendidikan yg telah cair,baik berupa bos,dana subsidi siswa dll.Tak ketinggalan pula jika ada dana perehaban gedung serta DAK.Mereka melakukan pemeriksaan ke sekolah2 layaknya inspektorat.Lalu mencari2 kelemahan dan kesalahan,yg ujung2nya minta uang.jadi,sebagian dana pendidikan mengalir ke saku mereka,dan sebagian lagi ke oknum2 lain.Untuk pendidikan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melakukan Pelanggaran atas nama Persatuan dan Kebersamaan

Dalam menjalani kehidupan ini,tidak jarang kita dihadapkan pada keadaan yang tidak menguntungkan diri kita.Pada tahap sderhana atau ringan,mungkin berupa sengketa-sengketa kecil,benturan-benturan kecil atau perselisihan-perselisihan kecil.Bagi sebagian orang,hal ini mungkin sangat mudah untuk diatasi,tapi bagi sebagian orang lainnya masalah-masalah yang kecil dan sederhana justru malah menjadi masalah serius,kompleks dan rumit.Kenapa demikian?Karena sebagian besar di antara kita tidak punya cukup kesabaran untuk melakukan pemecahan atas masalah tsb, sehingga masalah yang kecil bukannya menjadi semakin kecil atau teratasi,tetapi semakin membesar.Bisa kita lihat beberapa contoh kejadian,yang rata-rata penyebabnya adalah masalah anak muda,masalah anak sekolah,atau bahkan masalah sepele seperti kesalahan menafsirkan pembicaraan atau rasa tersinggung,tetapi akibatnya bisa melibatkan perkelahian antar kampung,antar kampus,bahkan antar suku.Kenapa mesti demikian? Saya selalu menganjurkan untu...

UT,Antara Profesionalisme Guru dan Sertifikasi

UU SISDIKNAS menghendaki guru berkualifikasi S1.Dengan demikian,mau atau tidak mau,sadar atau terpaksa,maka guru2 khususnya yg belum S1 harus melanjutkan pendidikannya ke jenjang S1.bagaimana caranya?Antara lain dengan mengikuti UT baik yg swadana maupun proyek.Di lain pihak,kita mempertanyakan,setinggi apa motivasi para guru mengikuti pendidikan ini dalam usia yg rata2 sudah bisa dibilang cukup tua dan dengan kesibukan mengajarnya serta tekanan kebutuhan ekonomi.Sangat tidak bisa dibandingkan dengan program2 perkuliahan reguler dengan mahasiswa yg relatif muda dan otaknya masih fresh.Kiranya tidak terlalu keliru menyimpulkan bahwa profesionalitas adalah nomor dua.dan yg nomor satunya pasti kita telah paham.Tapi harus bagaimana lagi?sistem Pendidikan kita memang sudah parah,dan kita tidak akan mudah menjawab bahwa kitaakan memulai darimana untuk memperbaikinya.Saya berani memprediksi bahwa dengan meningkatkan kualifikasi guru2 ke jenjang S1 tidak akan banyak memberi pengaruh.Tapi,walu ...